PENGERTIAN SISTEM INFORMASI PSIKOLOGI MENURUT BEBERAPA TOKOH
1. Pengertian Sistem
Eriyanto (2004) mendefinisikan system sebagai suatu kesatuan usaha yang terdiri dari bagian-bagian yang berkaitan satu sama lain yang berusaha mencapai tujuan dalam suatu lingkungan kompleks. . Definisi sistem dalm kamus besar Webster’s Umbriged adalah elemen-elemen yang saling berhubungan dan membentuk kesatuan atau organisasi. Sementara Mc. Leod (dalam Fatta, 2007) mendefinisikan system sebagai sekelompok elemen-elemen yang terintegrasi dengan maksud yang sama untuk mencapai suatu tujuan.
Menurut Anggraeni dan Irviani (2017) System adalah kumpulan orang yang saling bekerja sama dengan ketentuan-ketentuan aturan yang sistematis dan terstruktur untuk membentuk suatu kesatuan yang melaksanakan suatu fungsi untuk mencapai tujuan. Menurut Nuraida ( 2008) sistem adalah kumpulan komponen dimana masing-masing komponen memiliki fungsi yang saling berinteraksi dan saling tergantung serta memiliki satu kesatuan yang utuh untuk bekerja mencapai tujuan tertentu.
Berdasarkan paparan beberapa tokoh diatas, dapat disimpulkan bahwa system adalah seperangkat elemen yang digabungkan suatu dan lainnya yang saling berhubungan, membentuk kesatuan atau organisasi yang terintegrasi dengan ketentuan-ketentuan aturan yang sistematis dan terstruktur untuk membentuk suatu kesatuan yang melaksanakan suatu fungsi untuk mencapai tujuan.
2. Pengertian Informasi
Menurut Anggraini & Irviani (2017) informasi adalah data yang di olah menjadi lebih berguna dan berarti bagi penerimanya, serta untuk mengurangi ketidakpastian dalam proses pengambilan keputusan mengenai keadaan. Sedangkan menurut Bodnar & Hopwood (2000) informasi merupakan data yang diolah sedemikian rupa sehingga bisa dijadikan dasar dalam mengambil sebuah keputusan yang tepat dan benar. Menurut Jogiyanto (2005) informasi adalah hasil dari pengolahan data dalam suatu bentuk yang lebih berguna dan lebih berarti bagi penerimanya, yang menggambarkan suatu kejadian-kejadian yang nyata yang berguna untuk para pengambil keputusan.
Secara harfiah kata informasi berarti pesan, sedangkan menurut maknawiah informasi diartikan sebagai uraian berisi tentang sesuatu (objek/peristiwa/masalah) yang disampaikan kepada seseorang atau sekelompok orang dengan tujuan agar mereka mengetahui atau memahimanya (Sutarni & Sukardi, 2008). Kusrini & Koniyo (2007) menyatakan bahwa informasi adalah data yang sudah diolah menjadi sebuah bentuk yang berarti bagi pengguna, yang bermanfaat dalam pengambilan keputusan saat ini atau mendukung sumber informasi.
Berdasarkan paparan beberapa tokoh diatas, dapat disimpulkan bahwa informasi adalah data yang telah diolah menjadi suatu bentuk yang penting bagi si penerima dan mempunyai nilai nyata serta bermanfaat dalam pengambilan keputusan saat ini.
3. Pengertian Psikologi
Psikologi adalah ilmu yang mempelajari perilaku manusia dan proses mental. Perilaku yang dimaksud adalah aktivitas atau tindakan manusia yang kelihatan maupun yang tidak kelihatan, yang disadari maupun yang tidak disadari sebagai cara bereaksi terhadap segala sesuatu yang datang dari luar dirinya (Hapsari, Puspitawati, & Suryaratri, 2012). Sedangkan menurut Saraswati & Sirait (2015) psikologi adalah ilmu yang mencoba untuk mengukur, menjelaskan,serta kadang-kadang mengubah perilaku manusia dan hewan-hewan lainnya.
Basuki (2008) mendefinisikan psikologi sebagai ilmu pengetahuan ilmiah yang mempelajari perilaku, sebagai manifestasi dari kesadaran proses mental, aktivitas motoric, kognitif dan emosional. Kemudian, menurut Miller (dalam Sobur, 2003) psikologi juga bisa dikatakan sebagai ilmu yang berusaha menguraikan, meramalkan, dan mengendalikan peristiwa mental dan tingkah laku. Hampir sama seperti Morgan, Hilgert (dalam Sobur, 2003) mendefinisikan psikologi sebagai ilmu yang mempelajari tingkah laku manusia dan hewan lainnya.
Berdasarkan paparan dari beberapa tokoh diatas, psikologi didefiniskan sebagai ilmu yang memperlajari perilaku manusia dan proses mental serta berusaha menguraikan, meramalkan dan mengendalikan peristiwa mental dan tingkah laku.
4. Pengertian Sistem Informasi Psikologi
Menurut uraian diatas, system informasi psikologi dapat didefinisikan sebagai sebuah system yang digunakan untuk memperoleh informasi atau data yang bertujuan untuk memberi tahu infofrmasu mengenai keadaan psikologis dari pengguna nya
Referensi:
Anggraeni, E., Y. & Irviani, W. (2017). Pengantar system informasi. Yogyakarta: CV Andi Offset
Basuki, H. (2008). Psikologi umum: Seri diklat kuliah. Jakarta: Universitas Gunadarma,
Bodnar, G. H., & Hopwood, W. S. (2000). System informasi akutansi, terjemahan amir abadi jusuf, rudi m. tambunan. Jakarta: Salemba empat.
Eriyanto. (2004). Teknik dan aplikasi pengambilan keputusan kriteria majemuk. Bogor: Grasindo.
Fatta, H., A. (2007). Analisis & perancangan system informasi. Yogyakarta: CV Andi Offset
Iriani Indri Hapsari, Ira Puspitawati, dan Ratna Dyah Suryaratri. 2012. Psikologi Faal. PT Remaja Rosdakarya Offset – Bandung)
Jogiyanto. (2005). Analisis dan desain sistem informasi.Yogyakarta : Penerbit CV. Andi
Kusrini, S., & Koniyo, A. (2007). Tuntutan praktis membangun sistem informasi akutansi dengan visual basic dan microsoft SQL server. Yogyakarta: C.V Andi
Nuraida, I. (2008). Manajemen administrasi perkantoran. Yogyakarta: kanisius
Saraswati & Sirait, F. (2015). Perilaku organisasai. Jakarta: Salemba empat.
Sobur, A. (2003). Psikologi umum dalam lintasan sejarah. Jakarta: CV Pustaka Setia
Sutarni, S., & Sukardi. (2008). Bahasa indonesia 3. Perpustakaan Nasional; Katalog Dalam Terbitan.


Komentar
Posting Komentar